Panduan / Operasional produk digital

Verifikasi identitas pengguna: kapan perlu KTP dan biometrik?

Kebutuhan mengenali identitas nyata bergantung pada layanan dan risikonya. Memiliki akun atau menerima OTP tidak otomatis membuktikan identitas pemilik, dan setiap pendaftaran tidak otomatis perlu salinan KTP.

Di halaman ini

Apakah setiap aplikasi perlu meminta KTP?

Tidak otomatis. Tentukan dulu mengapa layanan perlu mengenali identitas nyata dan aturan apa yang mendasarinya. Membuat akun untuk menyimpan artikel berbeda dengan membuka akses ke catatan sensitif atau melakukan kegiatan keuangan yang diatur khusus.

Jangan menambahkan foto KTP atau swafoto hanya karena formulir pesaing memakainya. Panduan ini membahas keputusan desain dan bukti yang perlu diperiksa. Ini bukan prosedur KYC sektor keuangan atau izin mengakses database kependudukan.

Bedakan identitas, login, dan kewenangan

NIST SP 800-63A-4 membahas pembuktian hubungan antara pemohon dan orang nyata. SP 800-63B-4 membahas autentikasi: memeriksa penguasaan alat autentikasi yang terkait akun. Pedoman NIST adalah rujukan teknis, bukan perintah umum hukum Indonesia.

Pertanyaan Contoh pemeriksaan tim
Siapa orang ini? Bukti identitas dan hubungan pemohon dengan bukti tersebut
Apakah ia menguasai akun? Proses login, faktor tambahan, dan pemulihan akun
Apa yang boleh ia lakukan? Peran pengguna serta akses ke data atau tindakan tertentu
Apakah ia mewakili perusahaan? Bukti kewenangan untuk tindakan tersebut

OTP yang berhasil menunjukkan penguasaan kanal dalam alur itu. Jangan menggunakannya sendirian sebagai kesimpulan tentang identitas hukum atau kewenangan mewakili perusahaan.

Tentukan data minimum dan dasar pemrosesan

UU PDP Pasal 20 mengatur dasar pemrosesan. Pasal 27–28 mengatur pemrosesan yang terbatas, spesifik, sah, transparan, dan sesuai tujuan. Data biometrik termasuk data pribadi spesifik menurut Pasal 4. Periksa juga kebutuhan penilaian dampak untuk pemrosesan berisiko tinggi menurut Pasal 34.

Sebelum menyimpan salinan dokumen, tulis keputusan yang ingin didukung, data yang dibutuhkan, akses petugas, masa simpan, dan alasan menyimpan bukti mentah. Bedakan keputusan identitas berhasil diperiksa dengan kebutuhan menyimpan setiap foto selamanya.

Jika layanan menggunakan vendor, minta penjelasan tentang data yang dikirim, lokasi pemrosesan, pihak lanjutan, penyimpanan gambar/hasil, dan mekanisme penghapusan. Hubungkan dengan pemeriksaan vendor pengolah data.

Rancang jalur ketika pemeriksaan gagal

NIST membahas penanganan pengecualian serta aspek privasi dan kemudahan penggunaan. Dalam rancangan tim, perhatikan pengguna dengan dokumen berbeda, kamera yang tidak memadai, perubahan nama, atau kebutuhan bantuan. Jangan mengubah kegagalan teknis menjadi tuduhan penipuan tanpa pemeriksaan.

Contoh fiktif: portal pemasok mengizinkan pembuatan draf akun lewat email. Sebelum rekening pembayaran diubah, petugas memeriksa kewenangan pemohon melalui proses terpisah. Foto dokumen yang tidak terbaca masuk antrean bantuan; petugas tidak diminta memindahkan seluruh dokumen ke grup percakapan pribadi.

Catat siapa yang boleh memutuskan pengecualian, bukti tambahan yang dapat diterima, cara memberi jawaban, dan cara mengajukan koreksi. Jalur bantuan perlu cukup kuat agar tidak menjadi cara melewati kontrol utama.

Pertanyaan untuk penyedia verifikasi

  • Bukti apa yang diperiksa dan apa yang tidak dapat disimpulkan dari hasilnya?
  • Bagaimana salah-terima dan salah-tolak diukur pada pengguna yang relevan?
  • Apa tindakan ketika gambar manipulatif, identitas curian, atau gangguan layanan terdeteksi?
  • Bagaimana hasil yang meragukan ditinjau manusia dan dicatat?
  • Dapatkah tim menelusuri versi proses dan alasan keputusan tanpa menyebarkan dokumen mentah?

Minta demonstrasi memakai data uji yang diizinkan. Jangan menguji vendor dengan dokumen pelanggan tanpa dasar dan persetujuan proses yang tepat. Klaim akurasi tunggal tanpa metode, sampel, dan kondisi tidak cukup untuk menentukan kecocokan layanan.

Lanjutkan ke DPIA untuk menilai dampak pemrosesan, serta pengamanan akun untuk login dan pemulihan setelah pendaftaran.

Bedakan hasil verifikasi dan salinan identitas

Contoh fiktif: layanan hanya perlu mengetahui bahwa pemeriksaan identitas telah selesai. Tim perlu menilai apakah masih perlu menyimpan salinan dokumen atau rekaman wajah, bukan mengumpulkannya hanya karena penyedia dapat mengirimkannya. Dasar pemrosesan, kebutuhan bukti, serta ketentuan sektor tetap menentukan keputusan.

Catat pilihan itu sebelum membuat fitur melalui pemeriksaan privasi sejak perancangan. Jika memakai biometrik, masukkan risiko data spesifik ke penilaian; jangan menyebut hasil verifikasi sebagai bukti bahwa seluruh data bebas disimpan.

Unduh artikel (.md)

Sumber rujukan

  1. NIST SP 800-63A-4 — Identity Proofing and Enrollment ↗NIST; pedoman teknis final 2025, bukan aturan KYC Indonesia · Introduction, bagian 2, 3.15, 7–8; identitas, pengecualian, privasi dan pengalaman pengguna
  2. NIST SP 800-63B-4 — Authentication and Authenticator Management ↗NIST; rujukan praktik teknis, bukan hukum Indonesia · Introduction; autentikasi dan pengelolaan autentikator
  3. UU Nomor 27 Tahun 2022 — naskah dan penjelasan ↗Republik Indonesia; naskah melalui JDIH BPK · Pasal 4, 20, 27–28 dan 34; data spesifik, dasar pemrosesan, tujuan dan penilaian dampak

Baca naskah lengkap untuk melihat syarat dan pengecualiannya. Sesuaikan dengan layanan dan bidang usaha Anda.

Perlu membahas kebutuhan tim Anda?

Ceritakan layanan digital yang Anda kelola dan kebutuhan tim Anda.

Konsultasikan kebutuhan Anda