# Keamanan dan kepatuhan layanan pendidikan digital

Sumber diperiksa. Metode: https://kompli.id/metodologi/.

Petakan peran sekolah dan platform, data siswa serta orang tua, akun kelas, rekaman, vendor, dan penggunaan AI sebelum membuka layanan pendidikan digital.

URL kanonis: https://kompli.id/industri/edtech/
Sumber diakses: 2026-09-29
Diperbarui: 2026-09-29
Penulis: Kompli
Sumber diperiksa: 2026-09-29


## Mulai dari siapa memakai layanan

Aplikasi sekolah, kursus untuk dewasa, dan platform yang dapat diakses anak memerlukan pemeriksaan berbeda. Petakan pengguna, usia, jenis layanan, data, pembayaran, serta pihak yang menentukan tujuan pemrosesan. Nama “edtech” tidak dengan sendirinya menentukan semua kewajiban.

## Bedakan data sekolah dan kegiatan platform

| Alur | Keputusan yang diperiksa |
| --- | --- |
| Pendaftaran | Identitas yang diperlukan, usia, peran orang tua/wali, dan informasi yang diberikan |
| Kelas | Siapa melihat daftar siswa, tugas, nilai, komentar, serta rekaman |
| Dukungan | Akses petugas, verifikasi pemohon, dan catatan bantuan |
| Analitik/AI | Tujuan tambahan, data yang dikirim, vendor, serta penilaian dampak |
| Akhir layanan | Ekspor, retensi, pencabutan akses, dan penghapusan sesuai ketentuan |

Sekolah dan platform perlu memetakan peran per kegiatan. Platform yang memakai data untuk tujuan sendiri tidak cukup menyebut dirinya prosesor untuk seluruh aktivitas. Baca [berbagi data dengan mitra](/panduan/pdp/berbagi-data-dengan-mitra/).

## Periksa pelindungan anak sejak desain

Mulai dari [cakupan PP TUNAS](/panduan/pelindungan-anak/siapa-wajib-pp-tunas/), bukan menempelkan satu kotak persetujuan untuk semua pengguna. Periksa fitur komunikasi, profil publik, rekomendasi, pelacakan, serta pengaturan awal. Data anak juga perlu penanganan sesuai UU PDP.

Sebagai pengamanan praktis, batasi akses ruang kelas dan unduhan rekaman. Jangan membuat tautan kelas atau nilai dapat dilihat siapa pun hanya agar mudah dibagikan.

## Contoh: sekolah memakai platform tugas

Contoh fiktif: guru mengunggah tugas dan memberi nilai. Platform menyiapkan pemisahan sekolah/kelas, akses guru sesuai penugasan, dan proses ketika siswa pindah. Rekaman belajar tidak otomatis digunakan untuk melatih AI atau materi promosi. Setiap tujuan tambahan diperiksa secara terpisah.

## Urutan pekerjaan tim

1. Petakan pengguna, peran, dan alur data bersama sekolah/pengelola.
2. Periksa PSE, PDP, dan pelindungan anak sesuai kegiatan.
3. Uji akses lintas kelas/sekolah, akun guru keluar, dan ekspor data.
4. Tetapkan penanganan keluhan, permintaan hak, insiden, dan akhir kontrak.
5. Evaluasi fitur AI sebelum digunakan pada siswa.

Gunakan [panduan AI pendidikan](/panduan/ai/ai-untuk-pendidikan/). Kewajiban penyelenggaraan pendidikan dan isi pembelajaran memerlukan pemeriksaan sektor tersendiri; panduan ini berfokus pada layanan digital serta data.
## Sumber rujukan

- [UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi](https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/832/t/crc32/) — Pasal 4, 16, 18, 20–25, 27–28, 34–39, 47, dan 51–52; kewajiban sesuai kegiatan. Susunan kerja dan contoh merupakan saran Kompli.

## Perlu membahas kebutuhan tim Anda?

Ceritakan layanan digital yang Anda kelola dan kebutuhan tim Anda.

[Konsultasikan kebutuhan Anda](https://kompli.id/konsultasi/?topik=operasional-digital)

## Bacaan terkait

- [Siapa yang perlu menerapkan PP TUNAS?](https://kompli.id/panduan/pelindungan-anak/siapa-wajib-pp-tunas/)
- [Penggunaan AI untuk layanan pendidikan](https://kompli.id/panduan/ai/ai-untuk-pendidikan/)
- [Memisahkan data pelanggan dalam aplikasi SaaS](https://kompli.id/panduan/keamanan/pemisahan-data-pelanggan-saas/)

